Perkuat Sinergi dan Data Akurat, BBRMP Sultra Matangkan Strategi Swasembada Pangan dan ICARE
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Tenggara menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Jumat (13/2) di Aula BBRMP Sultra untuk memperkuat kapasitas SDM dalam mendukung program swasembada pangan dan ICARE. Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, khususnya mengacu pada Permentan Nomor 2 Tahun 2026 tentang Bantuan Pemerintah. Plt. Kepala BBRMP Sulawesi Tenggara, Dr. Budi Darma Putra, SE, MM, menekankan bahwa di tengah masa transisi kelembagaan dan penyesuaian struktur organisasi, koordinasi dan efektivitas pelaksanaan program harus semakin diperkuat agar mampu mendorong percepatan pembangunan pertanian di Sulawesi Tenggara.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si, memaparkan target Pemerintah Sulawesi Tenggara "The Golden Ways To 1 Juta Ton Produksi Padi" yang membutuhkan luas panen sekitar 200 ribu hektare. Untuk mencapainya, disiapkan empat skenario strategis, mulai dari optimalisasi luas panen dan produktivitas, peningkatan indeks pertanaman dua kali tanam, hingga penguatan capaian Luas Tambah Tanam (LTT). Upaya tersebut ditopang oleh pengadaan dolomit sesuai kondisi agroekosistem, penggunaan varietas unggul adaptif, perbaikan tata kelola pemupukan, serta penerapan prinsip Good Agricultural Practices (GAP). Peran penyuluh menjadi kunci dalam pembaruan data Indeks Pertanaman (IP) dan Luas Baku Sawah (LBS), sekaligus pengawalan distribusi sarana produksi dan alsintan.
Dalam sesi diskusi, peserta FGD sepakat bahwa keberhasilan swasembada tidak hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan sistem data dan kolaborasi lintas sektor. Sebanyak 1.222 penyuluh di Sulawesi Tenggara dinilai sebagai kekuatan strategis dalam mendukung program hingga tingkat desa, termasuk implementasi satu desa satu penyuluh di beberapa kabupaten. Sinkronisasi data LTT, transparansi distribusi bantuan alsintan, serta validasi data lapangan menjadi isu penting yang perlu segera dibenahi agar tidak terjadi tumpang tindih informasi.
Selain subsektor tanaman pangan, penguatan kapasitas juga menyasar peternakan dan pengembangan SDM. Dukungan ketersediaan pakan berkelanjutan, pemanfaatan limbah kakao sebagai pakan alternatif, hingga pelatihan smart farming bagi petani milenial menjadi bagian dari strategi komprehensif. Melalui kolaborasi antara BBRMP, dinas, dan penyuluh, program swasembada pangan dan ICARE diharapkan berjalan lebih terarah, berbasis data akurat, serta mampu mendorong pertanian Sulawesi Tenggara yang modern dan berkelanjutan (ast).